PSIKIATRI

Psikomotor itu adalah gerakan badan yang dipengaruhi oleh keadaan jiwa ; jadi merupakan efek bersama yang mengenai badan dan jiwa.

Gangguan Psikomotorik dapat berupa :

Kelambatan : secara umum gerakan dan reaksi menjadi lambat.

  1. Hipokinesa, hipoaktivitas ; gerakan atau aktivitas berkurang
  2. (sub-) stupor katatonik ; reaksi terhadap lingkungan sangat kurang
  3. Katalepsi ; mempertahankan secara kaku posisi badan tertentu, juga bila badan hendak diubah orang lain
  4. Flexibilitas serea ; mempertahankan posisi badan yang dibuat padanya oleh orang lain
  5. Gaduh gelisah katatonik ; aktivitas motorik yang kelihatannya tidak bertujuan dan seakan-akan tidak dipengaruhi oleh rangsang luar
  • Gangguan psikomotor yaitu gangguan dalam pekerjaan yang melibatkan fungsi psikomotor, merupakan masalah yang menjadi perhatian dalam terapi yang menggunakan antihistamin. Efek samping terlihat saat pasien melakukan kegiatan dengan resiko fisik seperti mengendarai mobil, berenang, gulat, atau melakukan pekerjaan tangan. Gangguan fungsi psikomotor adalah efek yang berbeda dari terjadinya sedasi (rasa mengantuk). Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa loratadin tidak mengganggu kemampuan mengendarai dan tidak memperkuat efek alkohol.
  • Gangguan psikomotorik dapat berupa:

a)     kelambatan

Secara umum gerakan dan reaksi menjadi lambat.

b)     Peningkatan

Aktivitas dan reaksi umum meningkat.

c)     Tik (“tic”)

 

Gerakan involunter, sekejap serta berkali-kali mengenai sekelompok otot atau bagian badan yang relatif kecil.

d)     Bersikap aneh.

Dengan sengaja mengambil sikap atau posisi badan yang tidak wajar, yang aneh atau bizar.

e)     Grimas

Mimik yang aneh dan berulang-ulang.

f)     Stereotipi

Gerakan salah satu anggota badan yang berkali-kali dan tidak bertujuan.

g)     Pelagakan (mannerism”)

Pergerakan atau lagak yang stereotip dan teatral (seperti sedang bermain sandiwara).

h)     Ekhopraxia

Langsung meniru pergerakan orang lain pada saat dilihatnya; ekholalia: langsung mengulangi atau meniru apa yang dikatakan orang lain.

i)     Otomatisma perintah (“command automatism”)

Menuruti sebuah perintah secara otomatis tanpa memikir dulu.

j)     Otomatisma

Berbuat sesuatu secara otomatis sebagai pernyataan (expresi) simbolik aktivitas tak sadar.

k)     Negativisme

Menentang nasihat atau permintaan orang lain atau melakukan yang berlawanan

dengan itu.

l)     Kataplexia

Tonus otot menghilang dengan mendadak dan sejenak, juga timbul kelemahan

umum dengan atau tanpa penurunan kesadaran, yang dapat disebabkan oleh

berbagai keadaan emosi.

m)     Gangguan somatomotorik pada reaksi konversi

Menggambarkan secara simbolik suatu konflik emosional dan dapat berupa:

(1)    & nbsp;    kelumpuhan

(2)    & nbsp;    pergerakan yang abnormal, umpamanya tremor, tik, kejang-kejang atau ataxia

(3)    & nbsp;    astasia-abasia: tidak dapat duduk, berdiri dan berjalan.

n)     Verbigerasi

Berkali-kali mengucapkan sebuah kata yang sama.

o)     Berjalan

Tidak tegap, kaku (“rigid”)atau lambat

p)     Gangguan motorik

Yang sebenarnya bukan merupakan gangguan psikomotor, yang mungkin sekali

disebabkan oleh: pemakaian obat (umpamanya: tremor, hipokinesa, diskinesa,

akatisia, karena neroleptika), gangguan ortopedik atau gangguan nerologik.

q)     Kompulsi

Suatu dorongan yang mendesak berkali-kali, biarpun tidak disukai, agar berbuat

yang bertentangan dengan keinginannya sehari-hari atau dengan kebiasaan serta

norma-norma.

r)     Gagap

Berbicara dengan terhenti-henti karena spasme otot-otot untuk bicara, mulai dari

berbicara sangat ragu-ragu sampai dengan berbicara explosif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s